Distro Linux Terbaik Sepanjang Masa 2019 Dengan Link Download

01Mei, 2019

Linux merupakan sistem operasi open-source yang telah banyak digunakan oleh banyak pengguna dari berbagai penjuru negara. Sistem operasi (OS) yang dapat didownload dan digunakan secara gratis ini kerap menjadi alternatif dari Windows dan MacOS yang merupakan produk berbayar. Linuxadalah OS yang dibangun berdasarkan Unix yang mulai terkenal pada akhir 1970an. Sejak itu, OS ini telah diadopsi oleh berbagai pengembang perangkat lunak, yang akhirnya terbentuklah suatu distribusi linux atau distro. Linux distribution, atau biasa disingkat Distro, adalah sebutan untuk suatu OS di suatu komputer, termasuk aplikasinya, yang menggunakan kernel Linux. Artikel ini adalah rangkuman dari distro linux terbaik untuk tahun 2018, mulai dari distro untuk pemula atau penggguna baru sampai dengan niche-based distro.

8 Distro Linux Terbaik untuk Tahun 2018

Setiap distro Linux telah disesuaikan sesuai dengan kebutuhan setiap pengguna. Ubuntu, misalnya, sangat mudah digunakan, karena distro ini khusus dirancang untuk seorang newbie atau pendatang baru. Arch Linux, di sisi lain, akan banyak dipikat oleh pengguna yang sudah berpengalaman dalam menggunakan Terminal; suatu software yang digunakan untuk mengetik perintah di Linux, seperti untuk menginstall suatu aplikasi. Artikel ini, pada khususnya, akan memfokuskan untuk membantu pembaca dalam memilih distro yang sesuai. Berikut adalah daftar dari distro linux terbaik untuk tahun 2018:

1. Elementary OS

Jika kalian ingin mempunyai OS Linux dengan tampilan yang sangat elegan, mungkin Elementary OS adalah jawabannya. Distro ini merupakan distro linux yang memiliki tampilan yang sangat menyejukkan mata, dengan gaya tampilannya yang hampir sama dengan MacOS. Yang membuat tampilan distro ini sangat bagus adalah desktop environment (DE) yang dipakai. Distro ini menggunakan DE yang disebut Pantheon, yang dikembangkan berdasarkan DE Gnome.

© Elementary Blog

Versi terbaru dari Elementary OS diberi nama Loki, yang sedikit lebih bagus dan lebih rapi dibanding pendahulunya Freya. Distro ini memiliki aplikasi installer UI yang disebut AppCenter. Jadi, pengguna dapat dengan mudah menginstall aplikasi tanpa menggunakan terminal. AppCenter ini menjadi sangat berguna untuk Elementary OS karena distro ini tidak banyak memiliki aplikasi pre-install di dalamnya.

Kalian dapat men-download Elementary OS melalui halaman resminya.

2. Linux Mint

Salah satu distro linux terbaik untuk tahun 2018 adalah Linux Mint. Distro ini cocok bagi pengguna Linux baru. Linux Mint dilengkapi dengan banyak perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan produktivitas pengguna saat beralih dari Mac atau Windows, seperti LibreOffice, dll. Mint juga memiliki dukungan yang lebih baik untuk format media proprietary. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memutar video, DVD dan file musik MP3 tanpa harus repot-repot menginstall codex-nya terlebih dahulu.

© Linux Mint

Kalian dapat mendownload empat varian dari Linux Mint versi 18.3, yang masing-masing menggunakan DE yang berbeda. DE Cinnamon saat ini merupakan yang paling populer, namun kalian juga dapat memilih DE MATE yang lebih mendasar, atau DE Xfce.

Ada juga versi KDE Linux Mint 18.3 yang menggunakan DE Plasma. Versi terbaru ini hadir dengan Software Manager yang dilengkapi dengan aplikasi unggulan seperti Spotify, Skype dan WhatsApp.

Semua DE yang ditawarkan di Linux Mint ini mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Jadi, kalian disarankan untuk mendownload beberapa dan melakukan boot melalui Live CD sebelum menginstalnya untuk melihat mana yang terbaik.

Linux Mint dapat didownload melalui halaman ini.

3. Arch Linux

Jika kalian ingin mencoba distro Linux yang kurang user-friendly, Arch Linux adalah pilihan yang tepat. Arch memungkinkan kalian untuk menyesuaikan build kalian sendiri menggunakan terminal untuk mendownload dan menginstal paket perangkat lunak. Dengan terminal, pengguna dapat memilih paket mana yang ingin diinstall dan mana yang tidak untuk menghemat storage. Opsi ini sangat berguna bagi pengembang dan mereka yang menggunakan komputer low-end.

© Erikdubois.be

Seiring berkembangnya waktu, sekarang juga sudah tersedia versi dari Arch Linux yang diberi nama Antergos dengan tampilan yang lebih user-friendly. Antergos ini hadir dengan driver dan aplikasi pre-install yang lebih banyak, dan juga beberapa tambahan di bagian DE untuk memudahkan pengguna mengganti tampilan dari sistem Antergos ini. Tujuan dibangunnya Antergos sendiri ialah untuk memudahkan pengoprasian fitur-fitur Arch Linux sendiri mulai dari awal install sampai dengan setelahnya.

Installer grafis Antergos dapat memandu pengguna mempersiapkan proses instalasi dan mengarahkan booting ke dalam DE Gnome 3. Antergos juga bisa menggunakan DE Cinammon, MATE, KDE dan Xfce sesuai selera. Namun, Antergos tidak dibekali dengan office suite yang dapat diinstall melalui package manager dari Arch yang terkenal dengan nama pacman.

Kalian dapat mendownload Arch di sini, dan Antergos di sini.

4. Ubuntu

Ubuntu merupakan salah satu distro Linux yang paling populer. Sama dengan Linux Mint, distro ini sangat direkomendasikan untuk pemula yang baru mencoba Linux, karena distro ini sangat mudah diakses dengan komunitas yang besar.

8 Distro Linux Terbaik untuk Tahun 2018
© Wikipedia

Versi baru Ubuntu dirilis setiap enam bulan sekali. Pada saat artikel ini ditulis, Ubuntu telah dirilis sampai versi Ubuntu 17.10. Setiap tahun, Canonical, yang merupakan pengembang Ubuntu, merilis versi Ubuntu LTS (long-term service). Versi ini menjamin pengguna lima tahun security dan general maintenance update. Jadi, pengguna dapat terus menggunakan Ubuntu tanpa perlu melakukan upgrade penuh setiap beberapa bulan sekali. Untuk versi non-LTS, security dan maintenance update-nya hanya diberikan selama satu tahun sejak tangal rilis.

Versi LTS Ubuntu (16.04) menggunakan antarmuka DE Unity miliknya sendiri, yang mungkin kurang familiar bagi pengguna Windows dan MacOS. Namun, rilis terbaru Ubuntu (17.10) menggunakan DE Gnome 3.

Ada banyak variasi Ubuntu yang menggunakan DE yang berbeda. Salah satunya adalah Lubuntu, yang menggunakan DE minimal yang berdasarkan LXDE. Varian ini dibuat untuk meringankan kinerja perangkat dari DE Unity yang memakan banyak proses CPU dan Grafis.

Ubuntu dapat didownload dari halaman ini, dan Lubuntu melalui halaman ini.

5. Kali Linux

Kali Linux, yang dulunya dikenal dengan nama BackTrack, adalah salah satu distro Linux yang dirancang khusus untuk Penetration Testing dan Security Auditing. Kali Linux dikembangkan, didanai dan dikelola oleh Offensive Security, sebuah perusahaan pelatihan keamanan informasi terkemuka.

8 Distro Linux Terbaik untuk Tahun 2018
© SensorsTechForum.com

Berbasis Debian, Kali Linux mempunyai ratusan pre-install tool di dalamnya untuk kebutuhan penetration testing. Distro ini juga telah dipakai oleh banyak security professional, yang juga merupakan spesialis di bidang penetration testing, forensik, reverse engineering, dan vulnerability assessment.

Untuk Desktop Environment-nya, Kali Linux hadir dengan berbagai varian, yaitu Kali Linux KDE, Mate, LXDE and Enlightenment.

Kali Linux dapat didownload mealui halaman ini.

6. Tails

Distro linux terbaik untuk tahun 2018 lainnya adalah Tails. The Amnesic Incognito Live System, Tails, merupakan distro Linux yang berorientasi pada privasi pengguna. Distro ini dapat membantu pengguna menyembunyikan lokasi dan identitasnya sebisa mungkin. Bahkan Edward Snowden pun memakainya.

8 Distro Linux Terbaik untuk Tahun 2018
© Wikipedia

Distro ini mengarahkan semua lalu lintas internetnya melalui jaringan Tor yang bersifat anonim yang dirancang untuk mencegah agar data pengguna tidak dapat dikses dan dianalisis. Tails ini berbasis Debian Linux dan menggunakan DE Gnome sehingga tampilan antarmukanya tetap jelas dan user-friendly.

Tails ini memang tidak diperuntukkan untuk semua orang. Namun, distro ini akan sangat berguna bagi mereka yang khawatir dan peduli terhadap keamanan privasi dalam berselancar di dunia internet, yang akhir-akhir ini sangat meresahkan.

Tails dapat didownload melalui halaman ini.

7. CentOS 7

CentOS 7 adalah salah satu distro Linux terbaik untuk tahun 2018, yang merupakan distro cabang dari versi Enterprise Red Hat Linux dan difokuskan untuk stability (stabilitas). Layaknya Red Hat, security dan maintenance update untuk CentOS didukung sampai 10 tahun dari awal rilis.

8 Distro Linux Terbaik untuk Tahun 2018
© Tecmint

CentOS khusus dirancang untuk menjadi distro atau OS yang super-reliable. Oleh karena itu, distro ini sangat cocok digunakan untuk server. CentOS sendiri sangat jarang digunakan untuk pemakaian sehari-hari di PC desktop atau laptop pengguna.

CentOS dapat didownload melalui halaman ini.

8. openSUSE

Sebelumnya dikenal sebagai SUSE Linux dan kemudian SuSE Linux Professional, openSUSE ditujukan untuk para pengembang dan administrator sistem. Untuk alasan itu, distro ini mempunyai protokol keamanan yang sangat ketat.

8 Distro Linux Terbaik untuk Tahun 2018
© openSUSE

OpenSUSE ini mempunyai dua varian distro utama: openSUSE Leap dan openSUSE Tumbleweed. Pengembangan Leap menggunakan source code dari SUSE Linux Enterprise, yang membuatnya jauh lebih stabil dari Tumbleweed. Versi baru dari openSUSE Leap ini dirilis kira-kira setahun sekali dan didukung selama tiga tahun.

Berbeda dari Leap, pengembangan Tumbleweed didasarkan pada Factory, base development dari openSUSE sendiri. Tumbleweed menggunakan model peluncuran rolling. Dengan kata lain, suatu package aplikasi akan tersedia untuk didownload setelah diuji. Artinya, Tumbleweed berisi aplikasi terbaru yang stabil dan bagus untuk penggunaan sehari-hari.

Selain dua varian di atas, website SUSE Studio juga memungkinkan pengguna untuk membuat versi openSUSE-nya sendiri, lengkap dengan paket software, pengaturan desktop dan sistem yang telah dipilih oleh pengguna.

OpenSUSE dapat didownload melalui halaman ini.

Kesimpulan

Dari 8 distro Linux terbaik untuk tahun 2018 di atas, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dengan kata lain, setiap distro yang dicantumkan memiliki fungsi yang berbeda. Kalian dapat memilih salah satu atau lebih dari distro di atas sesuai dengan kebutuhan. Untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum melakukan install, kalian dapat mendownload beberapa dari distro di atas untuk di-boot melalui Live CD untuk mengetahui apakah distro yang dipilih cocok atau tidak.

Elementary OS diperuntukkan untuk pengguna yang sangat mengutamakan keindahan dari tampilan desktopnya. Ubuntu dan Linux Mint cocok digunakan bagi seorang newbie yang baru ingin mencoba linux. Jika ingin tertarik dengan linux old-fashioned dengan fungsi terminal yang lengkap dan spesifik, maka Arch Linux adalah pilihan yang tepat. CentOS biasa digunakan untuk kebutuhan server. Ada juga Kali Linux yang dikhususkan untuk penetration testing dan security audition. Tailscocok bagi mereka yang sangat menjunjung tinggi keamanan privasinya. Sedangkan openSUSEkhusus diperuntukkan untuk pengembang (developer) dan administrator sistem.

Sources : koalakontent.com

Kalau saya sih lebih memilih Linux Mint, disamping user friendly system operasi ini sudah GNome dan File instalasinya pun cukup lumayan kecil, jadi sangat cocok untuk yg menggunakan PC/Desktop Versi Low-End. Kalu menurut kalian yang mana sob? Comment di bawah ya 🙂


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X